ARTIKEL
KEPENDUDUKAN (BKKBN)
PENGARUH
PERTAMBAHAN PENDUDUK TERHADAP KESEIMBANGAN LINGKUNGAN & KELESTARIAN ALAM
OLEH:
BUDI PRASETYO
UNIVERSITAS
MARITIM RAJA ALI HAJI
Pengaruh terhadap
pertambahan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam
ialah karena dengan bertambahnya penduduk di suatu Negara akan mengakibatkan
keseimbangan alam juga akan berkurang dan lingkungan akan menjadi rusak mengapa
demikian , karena dengan adanya nya manusia , maka manusia akan selalu mencoba
untuk berusaha mengolah alam dengan baik maka nya dengan sering atau makin
bertambahnya populasi maka alam akan rusak , akibatnya anak cucu kita tidak dapat merasakan ,
seperti dalam pribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga . hal ini lah
yang harus di respons supaya kita mencintai lingkungan kita , karna dengan
rusak nya lingkungan maka bumi akan menangis , manusia akan sengsara.
Secara
umum, penduduk adalah orang-orang yang tinggal disuatu daerah/ wilayah tertentu
yang terikat oleh peraturan yang berlaku dan saling berinteraksi secara terus
menerus. Di Indonesia, penduduk adalah semua orang yang berdomisili diwilayah
geografis Indonesia selama enam bulan atau lebih atau mereka yang berdomisili
kurang dari enam bulan tetapi bertujuan untuk menetap.
Dalam
penulisan kali ini penulis lebih memfokuskan penulisan untuk Negara Indonesia ,
karena itu dalam paragraph per paragraph menjelaskan tentang Negara yang kita
cintai yaitu indonesa .
Indonesia
merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke 4 setelah Amerika Serikat,
india dan cina. Jumlah penduduk yang besar, wilayah yang luas, serta kondisi
geografis berupa kepulauan serta persebaran penduduk yang tidak merata
menjadi permasalahan tersendiri bagi Indonesia. Jumlah penduduk di Indonesia
dari tahun ke tahun bertambah pesat. Hal ini dapat dilihat dalam kurun
waktu 40 tahun (tahun 1971-2010), penduduk Indonesia bertambah sekitar 88 juta
jiwa. Berdasarkan data terkini, jumlah penduduk Indonesia sebagaimana yang
tercatat dalam sensus penduduk 2010 sebesar 237.641.236 jiwa (www.bps.go.id). Kondisi demikian menimbulkan
beragam permasahan kependudukan seperti kemiskinan, kriminalitas, pencemaran
lingkungan, keterbatasan sumberdaya alam dan masalah-masalah lainnya.
Dimana sangat dibutuhkan kesadaran berbagai pihak bahwa masalah kependudukan
merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, Swasta serta Masyarakat sipil
termasuk kelompok remaja sebagai generasi muda bangsa memiliki tanggung jawab
yang sama besar
Tabel 1. Jumlah
penduduk Indonesia dari tahun 1971 – 2010
|
Tahun
|
Jumlah penduduk (Jiwa)
|
|
1971
|
119. 208. 229
|
|
1980
|
147. 490. 289
|
|
1990
|
179. 378. 946
|
|
1995
|
194. 754. 808
|
|
2000
|
205. 132. 458
|
|
2005
|
218. 868. 791
|
|
2010
|
237. 600. 000
|
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), 2010
A. MASALAH
YANG DI TIMBULKAN AKIBAT PERTAMBAHAN PENDUDUK
1. Masalah
lingkungan
Indonesia
dikenal sebagai paru-paru dunia , namun dewasa ini citra tersebut perlahan mulai pudar atau luntur seiring
dengan kasus pembakaran hutan , perambahan hutan menjadi lahan pertanian , dan
yang paling santer di denggar dan di bicarakan yaitu beralihnya hutan Indonesia
menjadi perkebunan.
Berdasarkan
data PPB , tahun 2000-2005 , rata-rata per hari 5,1 KM2 hutan Indonesia hilang (rusak) . selain masalah hutan , masalah
sampah , pembangunan berkelanjutan yang tidak memperhatikan ANDAL dan AMDAL ,
polusi yang di akibatkan pabrik dan kendaraan yang banyak .
Latar
belakng terjadinya kerusakan lingkungan disebab kan oleh banyak factor terutama
dari factor alam itu sendiri namun juga bisa dari manusia .
Meskipun
fatwa tentang pemulihan lingkungan masih terus bermunculan . salah satunya,
pembakaran hutan yang mengakibatkan daerah Sumatra dan sebagian Kalimantan
terdampak kabut asap.
Agar
lingkungan dapat terjaga dengan baik maka semua pihak harus berkerja sama
melakukannya baik para ulama, pemerintah serta legislative. Ulama bertugas
mengeluarkan fatwa dan ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam bentuk kebijakan
serta membuat aturannya dalam undang-undang yang dibuat oleh legislative
Selanjutnya
para pembuat kebijakan jangan mudah di KKN kan karena setiap yang salah harus
lah di salah kan , contohnya saja kebijakan kebakaran hutan di riau sudah jelas
bahwa itu kerusakan lingkungan, namun masih saja ada yang membuka lahan dengan
cara membakarnya , perusahan-perusahan
yang tidak memiliki izin di tindak tegas saja apa lagi yang salah atau
melanggar aturan itu harus di hukum yang berat bahkan seberat beratnya.
2. Masalah
lahan
Pertambahan jumlah penduduk tentunya
mempengaruhi kebutuhan tempat tinggal maupun penyediaan sarana dan prasarana.
Semakin banyaknya penduduk di Indonesia maka semakin besar pula dorongan untuk
membangun tempat tinggal, industri maupun lapangan kerja guna memenuhi
kebutuhan hidupnya. Pembangunan-pembangunan tersebut cenderung tidak mengikuti
undang-undang serta tata letak kota.
Acuan undang-undang
dalam pembangunan adalah Undang-Undang No. 32 tahun 2009 yang menyatakan bahwa
pembangunan berkelanjutan adalah
upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan
ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup
serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini
dan generasi masa depan. Namun aturan ini kurang di taati karena
masih banyak pembangunan pemukiman maupun industri disekitaran sungai, danau,
kali maupun taman kota. Untuk membuka suatu lahan mereka harus menimbun
bantaran sungai atau danau dengan tanah dan pasir. Bisa dibayangkan keadaan
ekosistem daerah tersebut, tentunya ekosistem akan rusak karena biota-biota
disana mati. Bagaimana dengan taman-taman kota atau pohon-pohon di hutan? Untuk
membuka suatu lahan mereka harus menebang pohon-pohon tersebut, tanpa
memikirkan dampak negatifnya. Pembangunan yang tidak sesuai inilah yang
menyebabkan kerusakan lingkungan.
3. Masalah
udara
Manusia dan semua
makhluk hidup mutlak membutuhkan udara bersih dan sehat untuk bernafas. Udara
bersih dan sehat adalah udara yang banyak mengandung oksigen. Semakin banyak
jumlah penduduk maka semakin banyak oksigen yang diperlukan. Pada daerah
perkotaan pertambahan jumlah penduduk berpengaruh pada tingginya tingkat
konsumtif masyarakat terhadap penggunaan kendaraan bermotor. Hal ini disebabkan
masyarakat mencari kemudahan dan keselamatan saat berpergian untuk melakukan
kegiatan rutinitas. Jumlah kendaraan yang meningkat tentunya akan mempengaruhi
jumlah polutan yang dihasilkan dari kendaraan tersebut.
Gas sisa pembakaran
seperti karbon monoksida dan timbal yang banyak dapat mengganggu sistem
pernapasan manusia. Sementara pohon-pohon dan tanaman hijau yang berfungsi
menyerap karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), dan gas berbahaya
lainnya, sudah ditebang untuk pembangunan gedung dan pemukiman warga. Selain
itu, gas-gas sisa pembuangan dari pabrik kawasan industri turut serta
menyumbangkan zat pencemar udara. Sehingga tidak heran ketika weekend warga Jakarta ataupun warga yang
tinggal di perkotaan berbondong-bondong datang ke daerah bukit, puncak, gunung,
maupun perkebunan untuk menikmati udara
segar.
Masyarakat yang terus
bertambah akan mengalami pertumbuhan dinamis, sedangkan lingkungan akan statis
(tetap) jika tidak ada yang mengelola dengan baik. Hal ini sesuai dengan
Undang-Undang No. 10 tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan
pembangunan keluarga sejahtera bahwa penetapan
kebijaksanaan didasarkan pada keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara
jumlah penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta kondisi
perkembangan sosial ekonomi dan sosial budaya.
Menurut data BPS
permasalahan ini muncul karena penyebaran penduduk Indonesia tidak tersebar
merata di antara pulau-pulau, sehingga pulau Jawa – Madura dan Bali mengalami
tingkat kepadatan penduduk di atas 1200 orang per km2. Sedangkan di
luar Pulau Jawa dan Madura kepadatan penduduk masih berkisar antara 100- 150
orang per km2. Kepadatan penduduk di luar Jawa – Madura dan Bali
tampak kecil, namun karena kekayaan sumber alam belum terolah sepenuhnya dengan
baik maka tingkat pendapatan penduduk di luar Jawa tidak terlalu jauh berbeda
dengan keadaannya di Jawa.
Berdasarkan kondisi
yang disebabkan oleh pertambahan penduduk, dikhawatirkan akan menyebabkan
krisis lingkungan hidup. Krisis lingkungan hidup terjadi karena eksploitasi
sumber daya alam secara terus menerus oleh manusia dalam jangka panjang,
sehingga mengakibatkan keseimbangan alam terganggu. Keseimbangan alam merupakan
keadaan seimbang antara jumlah energi yang masuk dan keluar, serta keseimbangan
antara komponen abiotik dan biotiknya. Sehingga jika kita hanya mengeksploitasi
sumber daya alam tanpa mengelolanya maka keseimbangan lingkungan tentu akan
terganggu dan berdampak pada menurunnya kelestarian alam. Sehingga diperlukan
upaya untuk menangani masalah tersebut.
B. MASALAH
PENYEBARAN PENDUDUK YANG TIDAK MERATA DI INDONESIA UNTUK KESEIMBANGAN ALAM DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN
A.
CARA
MENGATASI PENYEBARAN PENDUDUK YANG TIDAK MERATA
Tidak
meratanya jumlah rakyat Indonesia dari barat ke timur, di mana pulau Jawa
menjadi pulau paling banyak penduduknya yang mencapai 60% penduduk Indonesia
memerlukan ide yang kreatif untuk bisa mengatasi kepadatan penduduk negara ini
yang tidak merata.
1.
Dari Aspek
Sosial
Sifat
orang Indonesia yang sulit untuk berubah dan mencari tantangan di tempat lain
menyebabkan sulitnya untuk melakukan penyebaran penduduk di wilayah Indonesia.
Maka perlu ada solusi secara sosial untuk mengatasinya. Iklan layanan
masyarakat di televisi atau radio yang menunjukkan keberhasilan seseorang yang
melakukan transmigrasi. Dengan kesejahteraan yang diraih oleh beberapa
transmigran akan membuat orang lain untuk ikut transmigrasi sehingga ketimpangan
persebaran bisa diatasi dengan baik.
Selain itu juga perlu ada penyuluhan
dari dinas kependudukan agar masyarakat tidak ke kota dan tetap membangun desa
karena desa sangat membutuhkan SDM untuk meningkatkan taraf sosial
warganya.
2.
Dari Aspek
Ekonomi
Cara
yang paling bagus untuk melakukan penyebaran penduduk adalah membangun
kawasan-kawasan industri yang ada di luar Jawa. Sehingga kawasan tersebut bisa
berkembang secara ekonomi dan menarik warga di Jawa untuk pindah ke kawasan
industri tersebut di luar Jawa. Bidang industri secara langsung bisa menyerap
tenaga kerja dalam jumlah yang banyak sehingga bisa cepat mengatasi
pengangguran dan kemiskinan sekaligus.
Selain itu perlu diadakan
pelatihan-pelatihan ketrampilan bagi warga desa agar bisa mandiri untuk membuat
kerajinan tangan atau industri rumahan yang bisa menambah pendapatan warga dan
mereka tetap tinggal di desa.
3.
Dari aspek
budaya
Perlu
perubahan budaya, misalnya ada pri bahasa Jawa, makan tidak makan yang penting
ngumpul, jadi terkadang orang orang tidak mau pindah karena tidak mau berpisah
dengan keluarga. Maka perlu ada perubahan budaya agar orang mau pindah tempat
yang lebih jarang penduduknya agar bisa meningkatkan kesejahteraannya.
Diadakanya festival budaya agar
suatu daerah berkembang bidang pariwisatanya. Dengan perkembangan tersebut bisa
meningkatkan taraf ekonomi dan bisa menahan penduduknya untuk keluar daerah.
Dan orang lain akan datang ke tempat itu.
4.
Dari aspek
politik
Pemerintah
harus memberikan subsidi bagi orang yang mau ikut transmigrasi sehingga ada
ketertarikan yang kuat untuk ikut program tersebut. Setiap keluarga mendapat
tunjangan selama satu tahun akan menjamin kelangsungan hidup para transmigran
selama mereka merintis pekerjaannya.
Perlu ada undang-undang atau
peraturan pemerintah yang memberikan payung hukum dan jaminan kepada keluarga
yang melaksanakan program transmigrasi. Presiden juga harus memberikan anjuran
kepada rakyatnya agar tetap membangun daerah tanpa harus pindah ke daerah lain
yang lebih banyak warganya.
B.
CARA
YANG LAIN DAPAT DI LAKUKAN UNTUK PEMERATAAN PENDUDUK
1.
Pemerataan pembangunan
Pemerataan pembangunan baik diwilayah Indonesia timur, tengah maupun barat akan mengurangi jumlah penduduk yang memilih untuk mengadu nasib ke pulau Jawa. Jika pembangunan di daerah-daerah sudah hampir sama dengan di pusat, maka penduduk tidak perlu keluar dari daerahnya.
Pada akhirnya, mereka bisa ikut serta membangun daerahnya masing-masing. Dan hal ini akan berdampak pada pembangunan secara nasional.
2. Menciptakan lapangan kerja di daerah-daerah
Salah satu cara menciptakan lapangan kerja di daerah adalah tidak menjadikan pulau Jawa sebagai satu-satunya pusat industri di Indonesia. Dengan kata lain, pabrik-pabrik besar tidak hanya dibangun di Jawa, tapi diseluruh pulau besar di Indonesia secara merata.
Dengan begitu, penduduk tidak perlu pergi ke Jawa untuk mencari pekerjaan karena didaerahnya sudah terdapat lapangan kerja yang bisa menampung mereka.
3. Transmigrasi
Sebuah data menunjukan bahwa pulau Papua yang luasnya lebih dari 20% dari luar Indonesia memiliki penduduk yang jumlahnya kurang dari 1% dari seluruh penduduk Indonesia. Sementara pulau Kalimantan yang luasnya lebih dari 25% luas Indonesia, jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia.
Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa, antara lain karena pulau Jawa:
- Sebagai pusat pemerintahan.
- Sebagian besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.
- Merupakan pusat kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia lapangan kerja.
- Tersedia berbagai jenjang dan jenis pendidikan.
- Memiliki sarana komunikasi yang baik dan lancar.
Urbanisasi yang terus terjadi menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. Pemusatan penduduk di kota-kota seperti: Jakarta, Medan, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:
1. Munculnya pemukiman liar
2. Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik dari masyarakat maupun industri.
3. Terjadinya pencemaran udara dari kendaraan dan industri
4. Timbulnya berbagai masalah seperti: kerampokan, pelacuran dan lain-lain.
Oleh karena dampak yang dirasakan cukup besar maka perlu ada upaya untuk meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah.
Upaya-upaya tersebut adalah:
1.Pemerataan pembangunan
2. Penciptaan lapangan kerja di tiap-tiap daerah yang jarang penduduknya dan perdesaan.
3. Pemberian pemyuluhan kepada masyarakat tentang pengelolaan lingkungan alamnya.
Dampak Ledakan Penduduk terhadap Aspek Sosial
Pertumbuhan penduduk yang signifikan akan berdampak pada perubahan sosial kehidupan masyarakat Indonesia. Ledakan penduduk adalah masalah yang harus segera ditangani dengan serius oleh pihak-pihak yang terkait karena apabila permasalahan ini terus berlanjut akan mengakibatkan dampak-dampak yang sangat kompleks dan saling terkait satu dengan lainnya. Secara umum dampak ledakan penduduk dari berbagai aspek meliputi:
1. Jumlah pengangguran semakin meningkat.
2. Kekurangan pangan yang menyebabkan kelaparan dan gizi rendah.
3. Kebutuhan pendidik, kesehatan dan perumahan sukar diperoleh.
4. Terjadinya polusi dan kerusakan lingkungan.
5. Tingkat kemiskinan semakin meningkat.
Dampak sosial yang terjadi akibat masalah ledakan penduduk adalah kemiskinan, karena banyaknya penduduk, lapangan pekerjaan terbatas, akibatnya banyaklah yang menganggur. Kemiskinan berkaitan erat dengan kemampuan mengakses pelayanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan gizi dan kalori. Dengan demikian penyakit masyarakat umumnya berkaitan dengan penyakit menular seperti diare, penyakit lever, dan TBC. Selain itu masyarakat menderita penyakit kekurangan gizi termasuk busung lapar terutama pada bayi. Kematian bayi adalah konsekuensi dari penyakit yang ditimbulkan karena kemiskinan.
Dampak dari pertumbuhan penduduk yang semakin luar biasa akan menimbulkan banyak sekali konflik dalam ranah kehidupan sosial, seperti kendala yang dihadapi oleh badan kesejahteraan keluarga berencana (BKKBN) yang harus memberikan pelayanan bukan hanya pelayanan kontrasepsi melainkan juga konsultasi menyangkut seluruh masalah dasar ibu, anak, gizi, dan terutama tentang pentingnya program KB dan dampak ledakan penduduk. Bukan hanya itu saja pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial juga menyebabkan terjadinya migrasi penduduk. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.
Meliputi kemajuan teknologi yang ada. Solusi Dari Permasalahan Persebaran Penduduk yang Tidak Merata:
1.Pengadaan rumah vertikal atau Rusun
2.Mengatur jarak kelahiran
3.Menambah pengetahuan tentang kependudukan
4.Menuingkatkan usaha ekonomi keluarga
5.Para transmigran yang sudah sukses bisa kembali untuk membangun daerah asalnya
Langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi persebaran penduduk:
1.Transmigrasi
2.Program KB
3.Penundaan usia kawin
4.Seminar atau penyuluhan tentang KB dari BKKBN
Pemerataan pembangunan baik diwilayah Indonesia timur, tengah maupun barat akan mengurangi jumlah penduduk yang memilih untuk mengadu nasib ke pulau Jawa. Jika pembangunan di daerah-daerah sudah hampir sama dengan di pusat, maka penduduk tidak perlu keluar dari daerahnya.
Pada akhirnya, mereka bisa ikut serta membangun daerahnya masing-masing. Dan hal ini akan berdampak pada pembangunan secara nasional.
2. Menciptakan lapangan kerja di daerah-daerah
Salah satu cara menciptakan lapangan kerja di daerah adalah tidak menjadikan pulau Jawa sebagai satu-satunya pusat industri di Indonesia. Dengan kata lain, pabrik-pabrik besar tidak hanya dibangun di Jawa, tapi diseluruh pulau besar di Indonesia secara merata.
Dengan begitu, penduduk tidak perlu pergi ke Jawa untuk mencari pekerjaan karena didaerahnya sudah terdapat lapangan kerja yang bisa menampung mereka.
3. Transmigrasi
Sebuah data menunjukan bahwa pulau Papua yang luasnya lebih dari 20% dari luar Indonesia memiliki penduduk yang jumlahnya kurang dari 1% dari seluruh penduduk Indonesia. Sementara pulau Kalimantan yang luasnya lebih dari 25% luas Indonesia, jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia.
Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa, antara lain karena pulau Jawa:
- Sebagai pusat pemerintahan.
- Sebagian besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.
- Merupakan pusat kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia lapangan kerja.
- Tersedia berbagai jenjang dan jenis pendidikan.
- Memiliki sarana komunikasi yang baik dan lancar.
Urbanisasi yang terus terjadi menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. Pemusatan penduduk di kota-kota seperti: Jakarta, Medan, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:
1. Munculnya pemukiman liar
2. Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik dari masyarakat maupun industri.
3. Terjadinya pencemaran udara dari kendaraan dan industri
4. Timbulnya berbagai masalah seperti: kerampokan, pelacuran dan lain-lain.
Oleh karena dampak yang dirasakan cukup besar maka perlu ada upaya untuk meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah.
Upaya-upaya tersebut adalah:
1.Pemerataan pembangunan
2. Penciptaan lapangan kerja di tiap-tiap daerah yang jarang penduduknya dan perdesaan.
3. Pemberian pemyuluhan kepada masyarakat tentang pengelolaan lingkungan alamnya.
Dampak Ledakan Penduduk terhadap Aspek Sosial
Pertumbuhan penduduk yang signifikan akan berdampak pada perubahan sosial kehidupan masyarakat Indonesia. Ledakan penduduk adalah masalah yang harus segera ditangani dengan serius oleh pihak-pihak yang terkait karena apabila permasalahan ini terus berlanjut akan mengakibatkan dampak-dampak yang sangat kompleks dan saling terkait satu dengan lainnya. Secara umum dampak ledakan penduduk dari berbagai aspek meliputi:
1. Jumlah pengangguran semakin meningkat.
2. Kekurangan pangan yang menyebabkan kelaparan dan gizi rendah.
3. Kebutuhan pendidik, kesehatan dan perumahan sukar diperoleh.
4. Terjadinya polusi dan kerusakan lingkungan.
5. Tingkat kemiskinan semakin meningkat.
Dampak sosial yang terjadi akibat masalah ledakan penduduk adalah kemiskinan, karena banyaknya penduduk, lapangan pekerjaan terbatas, akibatnya banyaklah yang menganggur. Kemiskinan berkaitan erat dengan kemampuan mengakses pelayanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan gizi dan kalori. Dengan demikian penyakit masyarakat umumnya berkaitan dengan penyakit menular seperti diare, penyakit lever, dan TBC. Selain itu masyarakat menderita penyakit kekurangan gizi termasuk busung lapar terutama pada bayi. Kematian bayi adalah konsekuensi dari penyakit yang ditimbulkan karena kemiskinan.
Dampak dari pertumbuhan penduduk yang semakin luar biasa akan menimbulkan banyak sekali konflik dalam ranah kehidupan sosial, seperti kendala yang dihadapi oleh badan kesejahteraan keluarga berencana (BKKBN) yang harus memberikan pelayanan bukan hanya pelayanan kontrasepsi melainkan juga konsultasi menyangkut seluruh masalah dasar ibu, anak, gizi, dan terutama tentang pentingnya program KB dan dampak ledakan penduduk. Bukan hanya itu saja pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial juga menyebabkan terjadinya migrasi penduduk. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.
Meliputi kemajuan teknologi yang ada. Solusi Dari Permasalahan Persebaran Penduduk yang Tidak Merata:
1.Pengadaan rumah vertikal atau Rusun
2.Mengatur jarak kelahiran
3.Menambah pengetahuan tentang kependudukan
4.Menuingkatkan usaha ekonomi keluarga
5.Para transmigran yang sudah sukses bisa kembali untuk membangun daerah asalnya
Langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi persebaran penduduk:
1.Transmigrasi
2.Program KB
3.Penundaan usia kawin
4.Seminar atau penyuluhan tentang KB dari BKKBN
C.
CARA UNTUK MENYELAMATKAN BUMI (
SAVE THE EARTH)

Maukah bumi kita
menangis? Tentu saja tidak, namun jika hanya di ungkapan dengan kata-kata tanpa
perbuatan yang berarti , itu sama saja tidak ada gunanya lakukan lah sebuah
tindakan yang berarti buat bumi kita
yang tercinta ini dengan melakukan gerakan- gerakan peduli lingkungan .
Seperti yang telah
dicanangkan pak presiden jokowi Indonesia masyarakatnya harus sadar akan
program pemerintah , dalam memperingati hari peduli sampah seperti kampanye
buang sampah pada tempatnya itu adalah contoh kecil yang bisa kita lakukan
untuk membuat Indonesia bebas sampah pada tahun 2020, pemerintah menargetkan
Indonesia akan bebas sampah pada tahun 2020. Hari peduli sampah dijadikan
momentum untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya prinsip
3R(reduce,reuse dan recycle) dalam pengelolaan sampah.
Indonesia bersih,
impian kita semua . ayo bergerak ayo gotong royong bersihkan lingkungan dari
sampah ,” kata presiden jokowi melalui akun twiter@jokowi.
Kementrian Negara
lingkungan hidup mencanang kan 21 februari 2006 sebagai hari peduli sampah
untuk pertama kalinya, serta hari
menanam pohon nasional diperingati
setiap tanggal 28 November .
Sementara hari pohon sedunia diperingati setiap tanggal 21 November .
Kita sebagai makhluk
bumi harus sadar akan pentingnya lingkung kita , dengan langkah- langkah yang
pasty kita bisa menghijau kan bumi kita, membersihkan lingkungan melalui
kegiatan-kegiatan, seperti reboisasi , gotong royong , dan lain-lain .
Mengurangi penggunaan
emisi gas rumah kaca untuk mengatasi iklim dapat kita lakukan dengan
bermacam-macam cara contohnya mendukung kampanye perubahan iklim dari organisasi
hijau setempat seperti
kampanye perubahan iklim Sahabat-Sahabat Bumi, ‘The Big Ask’. Kampanye ‘The Big
Ask’ menuntut adanya undang-undang perubahan iklim yang kuat yang mengurangi
emisi karbon Inggris dari tahun ke tahun. Tahun lalu lebih dari 130.000 orang
mendukung kami. Hasilnya? Di bulan Maret Pemerintah menerbitkan rancangan
undang-undang Iklim.
20 cara
untuk mengurangi dampak iklim dan pemanasan global
Menjadi vegetarian atau vegan adalah
satu-satunya gerakan paling hijau yang bisa dilakukan seseorang*
Menurut laporan yang baru diterbitkan oleh Organisasi
Pangan dan Pertanian PBB, sektor peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca -
18 persen – jika diukur berdasarkan perbandingan CO2, jumlah ini lebih banyak
daripada seluruh transportasi di dunia. Penyebab utama di balik pemanasan
global adalah konsumsi daging merah kita.
Produksi daging membutuhkan air, biji-bijian,
tanah, dan lainnya dalam jumlah besar termasuk hormon dan antibiotik, serta
menyebabkan polusi tanah, udara, dan air. Untuk menghasilkan satu pon daging
sapi membutuhkan sekitar 12.000 galon air, bandingkan dengan 60 galon air untuk
satu pon kentang. Jika Anda seorang pemakan daging, untuk pemula, cobalah tidak
makan daging sekali dalam seminggu. Menjadi vegetarian atau vegan merupakan
pilihan yang sangat berarti bagi lingkungan.
Berkendaraan
Angkutan darat bertanggung jawab atas seperempat emisi CO2 di Inggris – dan ini diramalkan akan meningkat di masa depan. Dalam 30 tahun terakhir lalu lintas di jalan-jalan kita telah menjadi lebih dari dua kali lipat.
Angkutan darat bertanggung jawab atas seperempat emisi CO2 di Inggris – dan ini diramalkan akan meningkat di masa depan. Dalam 30 tahun terakhir lalu lintas di jalan-jalan kita telah menjadi lebih dari dua kali lipat.
1. Perlukah
Anda mengantar anak Anda ke sekolah? Berbagi
rute sekolah dengan sekelompok orang tua adalah cara terbaik untuk mengurangi
kemacaten parah, mengurangi emisi, dan menghemat pengeluaran bensin Anda.
Berbagi tumpangan membantu Anda menemukan orang tua lain yang bisa diajak
berbagi rute sekolah:www.school-run.org – atau hubungi kepala sekolah anak Anda
atau PTA untuk meminta mereka mengatur jadwal. Sustrans juga menyediakan banyak
informasi tentang rencana perjalanan sekolah:www.saferoutestoschools.org.uk/
2. Jangan
Mengemudi ke pub – Liburlah
satu hari atau paling tidak berjalan kakilah. Sustrans: www.sustrans.org.uk
3.Berikan mobil Anda waktu liburan! Apakah
Anda bisa melakukan perjalanan Anda ke tempat kerja dengan berjalan kaki,
bersepeda, atau menggunakan transportasi umum untuk beberapa hari setiap
minggu? Transport Direct memiliki informasi transportasi
umum di: www.transportdirect.org.uk Organisasi pengendara sepeda nasional (CTC)
memiliki informasi lengkap tentang rute bersepeda di daerah Anda: www.ctc.org.uk
4.Kecil itu indah. Jika Anda harus mengemudi, sebuah
mobil yang kecil dan hemat bahan bakar akan menghasilkan polusi emisi yang
lebih sedikit daripada sebuah mobil 4 x 4 yang boros bensin – dan juga ia
lebih mudah dikendarai dengan cepat. Berhati-hatilah karena meski mobil
berbahan bakar diesel cenderung menghasilkan lebih sedikit CO2, tapi mobil ini
menghasilkan lebih banyak polusi lain yang memperburuk penyakit asma dan
masalah kesehatan lainnya. Bandingkanlah emisi gas CO2 dalam berbagai macam
mobil di VCA:www.vca.gov.uk
5. Gantilah
bahan bakar Anda. Berbagai jenis mobil sekarang bisa menggunakan bahan
bakar bio dengan sedikit atau tanpa harus mengganti mesin. Bahan bakar bio
diproduksi dari biji-bijian, minyak lobak atau gula bit, dan dengan menggunakan
bahan bakar bio ini akan menghasilkan emisi yang lebih rendah. Tanyalah bengkel
Anda atau carilah pompa bensin yang sudah menjualnya - di Inggris sudah ada 150
buah pompa bensin dan akan terus bertambah lagi. Silakan kunjungi: www.biodieselfillingstations.co.uk
6. Jagalah ban mobil Anda agar selalu penuh
udara. Diperkirakan bahwa
jika ban mobil berisi kurang udara di atas 80%, dapat membuat mobil lebih boros
bensin, dan emisinya akan naik hingga 5% (Carplus:http://www.carplus.org.uk/carplus/Winter0405/Ecodriving.htm) – dan juga dapat mempercepat kerusakan
ban dan mesin kendaraan.
7. Mengapa
Anda tidak menyewa mobil saja ketika Anda membutuhkannya dari pada membelinya? Smartmoves memiliki daftar tempat-tempat penyewaan
mobil di: www.smartmoves.co.uk
8. Ide
lainnya adalah berbagi. Liftshare
mengatur perencanaan berbagi mobil, dan charity Carplus mempromosikan
penggunaan mobil dengan sistem penyewaan atau bisa ditambah dengan perencanaan
berbagi mobil. Atau, Anda dapat meminta atasan Anda untuk melakukan sesuatu
dalam mengurangi penggunaan mobil, seperti menyediakan payung ketika hujan bagi
para pengendara sepeda atau menyediakan tumpangan minibus ke stasiun terdekat.
Liftshare:www.liftshare.org; Carplus: www.carplus.org.uk
9. Mengemudilah
dengan jendela tertutup. Hal ini dapat mengurangi hambatan udara sehingga
dapat menambah efisiensi pemakaian bahan bakar dan mengurangi emisi mobil Anda.
Hambatan juga dapat dikurangi dengan menurunkan barang-barang berat di dalam
mobil dan rak pengangkut di atas kap mobil Anda ketika Anda tidak membutuhnya.
(Badan Keamanan Negara AS:http://www.nsc.org/ehc/mobile/refuelin.htm; Kantor Perlindungan Lingkungan AS: http://www.epa.gov/otaq/consumer/18-youdo.pdf).
10. Matikan
mesin mobil ketika Anda akan berhenti lebih dari dua menit. Berhenti dengan lama dan mesin
mobil tetap menyala akan membakar bahan bakar lebih banyak dari pada
menghidupkan mesin kembali. (Asosiasi Angkutan Lingkunganhttp://www.eta.co.uk/greentips/duringjourney.asp).
11. Ubahlah
cara mengemudi Anda. Memindahkan gigi pada kecepatan yang lebih tepat dapat
mengurangi pemakaian bahan bakar hingga 15%. Ketika Anda mendekati lampu lalu
lintas, melambatkan laju mobil secara bertahap akan lebih baik daripada terus
melaju dengan kecepatan yang sama dan mengerem dengan mendadak, melaju dengan
cepat dan mengerem mendadak akan menggunakan bahan bakar hingga 30% lebih
banyak dan dapat mengakibatkan kerusakan ban dan mesin kendaraan. Dan jika
melaju dengan terlalu cepat akan menggunakan bahan bakar hingga 60% lebih
banyak. (RAC: www.racfoundation.org).
12. Jangan
menggunakan mobil untuk jarak dekat. Mesin mobil yang dingin menggunakan
hampir dua kali lipat bahan bakar daripada mesin yang lebih panas. Berjalan
kaki di udara segar ke toko-toko terdekat, itu baik untuk kesehatan Anda!
Berpergian ke Mancanegara
Pesawat terbang adalah kontributor yang besar
dalam perubahan iklim. Jumlah penumpang akan meningkat lebih dari dua kali
lipat pada tahun 2030, dan emisi dari pesawat terbang akan menyebabkan lebih
dari sepersepuluh kenaikan emisi gas di Inggris pada tahun 2020. Mengurangi
penerbangan Anda dan keluarga Anda akan banyak mengurangi jejak karbon Anda.
13. Liburan
di dalam negeri. Biaya
bepergian dengan pesawat terbang mungkin terasa murah, tapi jika Anda
menjumlahkannya dengan pajak dan biaya perjalanan ke bandara, biayanya sering
lebih mahal dibanding biaya perjalanan dengan kereta ke tempat liburan Anda.
Dan itu belum ditambah lagi dengan emisi yang telah Anda hasilkan – sekali
perjalanan – pulang pergi dengan pesawat terbang dapat memproduksi lebih banyak
emisi gas karbon dioksida dari setiap penumpang dibanding rata-rata emisi gas
dari pengendara motor dalam satu tahun di Inggris. (Pusat Perlindungan Energi
dan Teknologi Lingkungan Belanda/DETR) Atau, jika Anda akan pergi berlibur,
cobalah menggunakan jasa angkutan kereta.
14. Sewalah sepeda sebagai ganti mobil jika
Anda akan berjalan-jalan ke daerah terdekat. Ini
tidak hanya akan menghemat emisinya, tapi juga akan menghemat uang Anda – dan
membantu menghabiskan hari libur Anda. Pusat Informasi Perjalanan Lokal akan
bersedia memberi Anda informasi tentang cara-cara penyewaan sepeda.
15. Mengurangi
perjalanan bisnis. Apakah
Anda benar-benar harus bepergian untuk menemui rekan kerja Anda? Bisakah Anda
menggunakan telepon atau konferensi video? Dan jika Anda benar-benar harus
bepergian, gunakanlah kereta bukannya mobil atau pesawat terbang – dan juga
selama dalam perjalanan, Anda dapat mengerjakan beberapa pekerjaan Anda. Anda
dapat menemukan cara-cara alternatif untuk bepergian di: www.seat61.com
16. Jika
Anda menginap di hotel selama liburan, mintalah untuk mencuci handuk Anda
setelah beberapa hari, jangan setiap hari.
Makanan dan Minuman
Di Inggris setiap tahun kita menghabiskan uang £500 juta untuk membeli makanan organik tapi berbagai manfaat pertanian organik ini akan hilang dengan cepat jika hasil panennya dikirimkan ke seluruh dunia. Jika hasil panen organik itu diimpor dengan pesawat terbang dari Selandia Baru, maka energi yang digunakan untuk transportasinya sebesar 235 kali lebih besar daripada energi yang dihemat dari hasil panen organik tersebut (sumber: http://www.sustainweb.org/).
Di Inggris setiap tahun kita menghabiskan uang £500 juta untuk membeli makanan organik tapi berbagai manfaat pertanian organik ini akan hilang dengan cepat jika hasil panennya dikirimkan ke seluruh dunia. Jika hasil panen organik itu diimpor dengan pesawat terbang dari Selandia Baru, maka energi yang digunakan untuk transportasinya sebesar 235 kali lebih besar daripada energi yang dihemat dari hasil panen organik tersebut (sumber: http://www.sustainweb.org/).
17. Berpikirlah
sebelum Anda membeli. Carilah hasil produk organik lokal dan musiman –
karena Anda memiliki hak untuk memilih! Hindari semua produk makanan yang
diimpor dari tempat lain dan jika toko langganan Anda tidak bisa
menjaminnya, maka jangan dibeli.
18. Masaklah
dari bahan segar. Hindari produk makanan kemasan dan olahan untuk
mengurangi emisi yang dihasilkan dalam berbagai transportasi pengiriman
produk-produk dan bahan-bahan makanan itu di dalam negeri atau bahkan di dunia,
dan juga dalam memproduksi kemasannya. Makanan segar juga sangat baik bagi
kesehatan Anda.
19. Gunakanlah
oven untuk membakar roti bukannya alat pemanggang – ini akan menggunakan lebih
sedikit energi.
20. Belilah
produk lokal dan musiman yang tersedia. Membeli
produk-produk di luar musimnya berarti sama dengan mendukung penambahan emisi
gas rumah kaca atau pengimporan yang kadang kala melalui kiriman udara. Untuk
menemukan pasar produk pertanian terdekat, silakan kunjungi: www.farmermarkets.net
Thank for visiting
Bkkbn.go.id
bkkbn.go.idbkkbn.go.id