SELAMAT HARI PERS DUNIA
Kita Masih Minum Darah Kuntum
Suatu Malam…
Kuntum… mati di pinggir hutan
Bajunya robek di sisi lengan
Mukanya lebam kebiruan
Dari pelipis kepalanya, ada darah bercucuran
Kuntum… mati di pinggir hutan
Bajunya robek di sisi lengan
Mukanya lebam kebiruan
Dari pelipis kepalanya, ada darah bercucuran
Suatu Malam…
Anyir darah itu menyimpan dendam
Kuntum tergeletak diam
Sementara tangannya kaku terkepal
Anyir darah itu menyimpan dendam
Kuntum tergeletak diam
Sementara tangannya kaku terkepal
Sebelum Dikafankan
Kuntum di outopsi perlahan
Dari kepal tangannya, masih ada secebis pesan
Bukan tulisan dalam bingkai catatan
Hanya sekeping pin kuning ke emasan
Kuntum di outopsi perlahan
Dari kepal tangannya, masih ada secebis pesan
Bukan tulisan dalam bingkai catatan
Hanya sekeping pin kuning ke emasan
Mengurai keterangan
Para pewarta saling kejar-kejaran
Dalam membuat kabar andalan
Para pewarta saling kejar-kejaran
Dalam membuat kabar andalan
Ada yang menyusur keluarga korban
Ada yang megorek pihak kepolisian
Ada yang sekedar berita dugaan
Dan banyak juga yang menunggu jiplakan
Ada yang megorek pihak kepolisian
Ada yang sekedar berita dugaan
Dan banyak juga yang menunggu jiplakan
Tapi yang jelas, pin kuning itu punya kedudukan
Milik institusi pemerintahan
Mungkinkah kuntum termakan jebakan
Sehingga terpaksa hilang keperawanan
Milik institusi pemerintahan
Mungkinkah kuntum termakan jebakan
Sehingga terpaksa hilang keperawanan
Negeri menjadi sorotan
Kuntum serupa jelma bintang iklan
Namanya betah nagkring di berita harian
Dengan judul yang menawan;
“Kuntum Diperkosa Oknum Pemerintahan”
“ASN miang, Nyawa Kuntum melayang”
“Kuntum Mati sambil menggenggam pin korpri”
Kuntum serupa jelma bintang iklan
Namanya betah nagkring di berita harian
Dengan judul yang menawan;
“Kuntum Diperkosa Oknum Pemerintahan”
“ASN miang, Nyawa Kuntum melayang”
“Kuntum Mati sambil menggenggam pin korpri”
Belum lagi berita di koran lampu merah
Dengan judulnya yang bikin gerah:
Dengan judulnya yang bikin gerah:
“Cabe-cabean dijebak terong di hutan, cabenya membusuk, terongnya hilang. Kematiannya masih misteri, sebab ditemukan pin korpri, mungkinkah si terong pegawai negeri?”
Ah… Kuntum…Kuntum
Kematianmu tak sia-sia
Akhirnya para pewarta mulai gairah lagi berkarya
Setelah sekian lama lesu karena disuguhi berita seremonial belaka
Kematianmu tak sia-sia
Akhirnya para pewarta mulai gairah lagi berkarya
Setelah sekian lama lesu karena disuguhi berita seremonial belaka
Tiba-tiba…
Ruang redaksi dilema
Nama kuntum hilang dari setiap alenia
Raib entah kemana
Folder dokumen dan foto juga sirna
Sepertinya kuntum sudah nyenak di surga
Ruang redaksi dilema
Nama kuntum hilang dari setiap alenia
Raib entah kemana
Folder dokumen dan foto juga sirna
Sepertinya kuntum sudah nyenak di surga
Karena, pada tiba-tiba yang sengaja itu
Media-media padat dengan iklan dan galeri foto
Bahkan tidak sungkan untuk bayar di muka sebelum jatuh tempo
Media-media padat dengan iklan dan galeri foto
Bahkan tidak sungkan untuk bayar di muka sebelum jatuh tempo
Sementara...
Dari bagian administrasi
ada maklumat yang mengiris hati
Semua iklan itu dari suatu instansi
Yang namanya enggan di publikasi
Dari bagian administrasi
ada maklumat yang mengiris hati
Semua iklan itu dari suatu instansi
Yang namanya enggan di publikasi
Konon katanya
Jangan terlalu memforsir nama korpri
Sebab tak elok dibaca di penjuru negeri
Jangan terlalu memforsir nama korpri
Sebab tak elok dibaca di penjuru negeri
Malam-malam sudah menjelma pagi
Para pewarta yang nimbrung di kedai kopi
Tampak lesu tanpa energi
Sebab nafkah anak dan istri
Ternyata dari darah kuntum Yang mati,
Sambil menyimpan misteri, siapa pemilik pin korpri.
Para pewarta yang nimbrung di kedai kopi
Tampak lesu tanpa energi
Sebab nafkah anak dan istri
Ternyata dari darah kuntum Yang mati,
Sambil menyimpan misteri, siapa pemilik pin korpri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar